Sifat-sifat Basis data ada beberapa macam :
1. Berbagi Data
Data dapat diakases oleh banyak pemakai dengan tetap memperhatikan otorisasi
Istilah multiuser menyatakan bahwa sebuah data bisa diakses oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Contoh :
2. Integrasi Data
Integrasi data merupakan proses mengkombinasikan dua atau lebih set data agar mempermudah dalam berbagi dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen informasi di dalam sebuah lingkungan kerja. Integrasi data menggabungkan data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse). Syarat integrasi data dapat dipenuhi dengan berbagai cara seperti konsisten dalam penamaan variabel, konsisten dalam ukuran variabel, konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data. Masalah-masalah yang ada pada integrasi data yaitu heterogenitas data, otonomi sumber data, kebenaran dan kinerja query/permintaan.
Contoh :
3. Integritas Data
Integritas data berarti data itu akurat, konsisten, dan terbaru. Dalam perangkat lunak basis data, berkurangnya pengulangan data berarti meningkatkan kesempatan integritas data karena semua perubahan hanya dilakukan di satu tempat. Selain itu, banyak perangkat lunak basis data menyediakan sistem cek bawaan yang membantu memastikan akurasi data yang dimasukkan. Ungkapan "garbage in, garbage out" (disingkat GIGO) menunjukkan bahwa sebuah basis data dengan data yang tidak benar tidak akan bisa menghasilkan informasi yang benar.
Contoh :
4. Keamanan Data
Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain. Sekurity data sangat penting dalam sistem database, artinya mengontrol pengaksesan data dalam database terhadap orang-orang yang tidak berwenang, sehingga mencegah :
- Penyingkapan rahasia.
- Perubahan data.
- Perusakan / penghapusan data.
Contoh :
5. Abstraksi Data
Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
Terdapat 3 Level abstraksi data:
• Level Fisik (Physical Level)
- Level terendahdalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana
sesungguhnyasuatu data disimpan.
- User melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri.
- Tingkatan ini berurusan dengan:
- Alokasi ruang penyimpanan untuk data dan indeks
- Deskripsi record untuk penyimpanan
- Penempatan record data
- Teknik kompresi dan enkripsi data
• Level Konsepsual (Conceptual Level)
- Menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam database, serta
hubungannya (relationship) dengan data lainnya.
- Berisi struktur logika databaseyang hanya dapat dilihat oleh DBA.
- Tingkat konsepsual ini menyatakan:
- Entitas, atribut dan relasinya
- Konstrain-konstrain terhadap data
- Informasi semantiks data
- Informasi keamanan dan integritas data
• Level Pandangan (View Level)
- Level tertinggi dari abstraksi data, yang hanya menampilkan data hanya
sebagian dari database.
- Tidak semua user membutuhkan semua data dalam database.
Contoh :
6. Independensi Data
Independensi Data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data.Struktur data pada database terpisah dengan program Perubahan struktur data tidak membuat program harus dimodifikasi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
Contoh :
- Berbagi Data
- Integrasi Data
- Integritas Data
- Keamanan Data
- Abstraksi Data
- Independensi Data
1. Berbagi Data
Data dapat diakases oleh banyak pemakai dengan tetap memperhatikan otorisasi
Istilah multiuser menyatakan bahwa sebuah data bisa diakses oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Contoh :
- Data dapat diakases oleh banyak pemakai dengan tetap memperhatikan otorisasi.
Istilah multiuser menyatakan bahwa sebuah data bisa diakses oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan. - Basis data siswa mungkin bisa diakses oleh anggota yang bukan hanya akademis,tetapi juga staf administrative. Sebagai contoh adalah sebuah supermarket. Data penjualan bisa diakses oleh pengontrol persediaan dan sistem informasi manajemen.
2. Integrasi Data
Integrasi data merupakan proses mengkombinasikan dua atau lebih set data agar mempermudah dalam berbagi dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen informasi di dalam sebuah lingkungan kerja. Integrasi data menggabungkan data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse). Syarat integrasi data dapat dipenuhi dengan berbagai cara seperti konsisten dalam penamaan variabel, konsisten dalam ukuran variabel, konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data. Masalah-masalah yang ada pada integrasi data yaitu heterogenitas data, otonomi sumber data, kebenaran dan kinerja query/permintaan.
Contoh :
- Data yang sama (misalnya: data penduduk) dapat dipakai bersama antar bagian organisasi (antar instansi).
- Data suatu instansi dapat dipakai bersama oleh instansi-instansi lain yang memerlukan (tidak perlu ada duplikasi data dalam suatu lingkungan organisasi).
3. Integritas Data
Integritas data berarti data itu akurat, konsisten, dan terbaru. Dalam perangkat lunak basis data, berkurangnya pengulangan data berarti meningkatkan kesempatan integritas data karena semua perubahan hanya dilakukan di satu tempat. Selain itu, banyak perangkat lunak basis data menyediakan sistem cek bawaan yang membantu memastikan akurasi data yang dimasukkan. Ungkapan "garbage in, garbage out" (disingkat GIGO) menunjukkan bahwa sebuah basis data dengan data yang tidak benar tidak akan bisa menghasilkan informasi yang benar.
Contoh :
- Sebagai contoh dalam penanganan integritas, untuk menangani proses update dan delete pada satu key : Jika primary key bukan sebagai foreign key, maka operasi proses update dan delete dapat dilakukan. Tetapi jika primary key merupakan foreign key, maka operasi proses update dan delete tidak dapat dilakuk an, atau dapat dilakukan dengan cara melakukan pengaturan nilai foreign key ke nilai NULL atau ke nilai tertentu yang telah disepakati.
- satu cabang tidak boleh memiliki lebig dari 30 pegawai, gaji seorang staf biasa tidak boleh melebihi gaji seorang kepala cabang.
- Misalkan, dalam penerapan model basis data relasional, tidak ada suatu atribut primary key yang memiliki nilai NULL, artinya bahwa setiap atribut primary key harus memiliki nilai tertentu.
4. Keamanan Data
Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain. Sekurity data sangat penting dalam sistem database, artinya mengontrol pengaksesan data dalam database terhadap orang-orang yang tidak berwenang, sehingga mencegah :
- Penyingkapan rahasia.
- Perubahan data.
- Perusakan / penghapusan data.
Contoh :
- Melakukan pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
- Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.
5. Abstraksi Data
Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
Terdapat 3 Level abstraksi data:
• Level Fisik (Physical Level)
- Level terendahdalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana
sesungguhnyasuatu data disimpan.
- User melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri.
- Tingkatan ini berurusan dengan:
- Alokasi ruang penyimpanan untuk data dan indeks
- Deskripsi record untuk penyimpanan
- Penempatan record data
- Teknik kompresi dan enkripsi data
• Level Konsepsual (Conceptual Level)
- Menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam database, serta
hubungannya (relationship) dengan data lainnya.
- Berisi struktur logika databaseyang hanya dapat dilihat oleh DBA.
- Tingkat konsepsual ini menyatakan:
- Entitas, atribut dan relasinya
- Konstrain-konstrain terhadap data
- Informasi semantiks data
- Informasi keamanan dan integritas data
• Level Pandangan (View Level)
- Level tertinggi dari abstraksi data, yang hanya menampilkan data hanya
sebagian dari database.
- Tidak semua user membutuhkan semua data dalam database.
Contoh :
- Sebuah microwave oven sebagai suatu modul. Pemakai dapat menggunakannya dengan tersedianya interface panel tombol. Pemakai hanya perlu tahu untuk apa tombol-tombol tersebut dan bagaimana mengoperasikannya. Pemakai tidak perlu tahu mekanisme kerja oven tersebut secara intenal (tabung magnetron, chip, dsb.).
- Window menyediakan sejumlah button untuk dapat menutup, memperbesar, memperkecil, dsb windows tersebut.
6. Independensi Data
Independensi Data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data.Struktur data pada database terpisah dengan program Perubahan struktur data tidak membuat program harus dimodifikasi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
Contoh :
Independensi data memiliki dua jenis:
Independensi Fisik
Independensi Logis
Independensi data dapat dijelaskan sebagai berikut: Setiap tingkat yang lebih tinggi dari arsitektur data yang kebal terhadap perubahan tingkat yang lebih rendah berikutnya dari arsitektur.
Independensi Fisik: Skema logis tetap tidak berubah meskipun ruang penyimpanan atau jenis beberapa data yang berubah untuk alasan pengoptimalan atau reorganisasi. Dalam skema eksternal tidak change.In ini perubahan skema internal yang mungkin diperlukan karena beberapa skema fisik ditata kembali di sini. Data fisik independce hadir dalam database yang paling dan lingkungan file di mana perangkat keras penyimpanan pengkodean, lokasi yang tepat dari data pada disk, penggabungan dari catatan, sehingga ini tersembunyi dari pengguna.
Independensi Logis: Skema eksternal mungkin tetap tidak berubah untuk perubahan yang paling dari skema logis. Hal ini sangat diinginkan sebagai perangkat lunak aplikasi tidak perlu dimodifikasi atau baru diterjemahkan.
Independensi Fisik
Independensi Logis
Independensi data dapat dijelaskan sebagai berikut: Setiap tingkat yang lebih tinggi dari arsitektur data yang kebal terhadap perubahan tingkat yang lebih rendah berikutnya dari arsitektur.
Independensi Fisik: Skema logis tetap tidak berubah meskipun ruang penyimpanan atau jenis beberapa data yang berubah untuk alasan pengoptimalan atau reorganisasi. Dalam skema eksternal tidak change.In ini perubahan skema internal yang mungkin diperlukan karena beberapa skema fisik ditata kembali di sini. Data fisik independce hadir dalam database yang paling dan lingkungan file di mana perangkat keras penyimpanan pengkodean, lokasi yang tepat dari data pada disk, penggabungan dari catatan, sehingga ini tersembunyi dari pengguna.
Independensi Logis: Skema eksternal mungkin tetap tidak berubah untuk perubahan yang paling dari skema logis. Hal ini sangat diinginkan sebagai perangkat lunak aplikasi tidak perlu dimodifikasi atau baru diterjemahkan.
No comments:
Post a Comment